Sabtu, 10 Mei 2008

Seni Sedjati, sebuah refleksi

Setelah pensiun dini dari pekerjaan profesional di berbagai perusahaan swasta pada usia yang belum terlalu tua, tibalah waktu-waktu bebas yang mesti dikelola secara bijaksana. Sebagian besar waktu untuk memutar roda kehidupan dan keluarga dengan berwirausaha, sebagian waktu lainnya tercurah untuk kehidupan pribadi yang membahagiakan.

Kehidupan pribadi yang kupilih adalah seni, khususnya seni lukis yang selama ini merupakan hobi yang nyaris tak tersentuh. Menggali sebagian diri kita yang terpendam lama bukan soal mudah, selain masalah keterampilan juga masalah motivasi.

Bagiku, seni lukis, seolah-olah menjadi rumah nyaman penuh kedamaian tempat hati dan jiwa terbebaskan menuju penemuan diri sedjati (true self). Maka seni lukis menjadi terapi, pemotivasi dan pelindung dari berbagai virus-virus duniawi yang mengancam dari segala sisi. Kebetulan nama depan pemberian orang tua adalah Djati, maka tepatlah kalau Blog ini kuberi nama Seni Sedjati. Maka "Djati" disini tidaklah berkaitan dengan pengertian Seni Murni (Pure Art) yang kadang juga diistilahkan dengan Seni Sedjati.

Langkah pertamaku adalah me-refresh keterampilan dengan melukis foto-foto dari internet, koran, majalah atau melukis langsung obyek riil, dengan obyek beragam mulai dari bunga, kumpulan orang-orang, binatang, dan lain-lain. Selanjutnya seiring waktu dan perkembangan keterampilanku, aku ingin membuat karya-karya dengan style ekspresionisme atau impresionisme. Selain itu Blog ini juga akan menampilkan karya pelukis-pelukis sahabatku yang banyak tinggal di sekitar kawasan Depok, Cinere dan Cirendeu Jakarta.

Bagi rekan-rekan yang tertarik dan berminat dengan salah satu karya yang ditampilkan, tentu saja akan banyak membantu kami.


Salam


CakDjati